3 Kasus Pembunuhan Berantai di Dunia, Siapa Saja Mereka?

Pembunuhan berantai di dunia merupakan kejahatan paling kejam yang terjadi di bumi. Pembunuhan merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain sehingga menyebabkan hilangnya nyawa.

Bagi kebanyakan orang membunuh adalah perbuatan yang tidak dapat diterima, keji, dan kriminal. Hal tersebut dikarenakan membunuh tidak hanya membuat hilangnya nyawa seseorang akan tetapi juga menyebabkan kesedihan bagi orang-orang yang menyayanginya. Selain itu juga dapat memicu perasaan trauma untuk orang lain.

Walaupun demikian, ternyata terdapat beberapa orang di dunia ini dengan sadis melakukan pembunuhan berantai.

Siapa Saja yang Pernah melakukan Pembunuhan Berantai di Dunia?

Pembunuh berantai tidak puas dengan hanya menghilangkan nyawa satu orang saja. Tidak hanya menghabisi nyawa satu atau dua orang, beberapa dari para pembunuh berantai bahkan merenggut nyawa dengan cara yang tidak manusiawi. Bahkan ada pula yang sengaja mempublikasikan aksi sadis mereka.

Pelaku pembunuh berantai adalah sosok yang tidak mudah terekspos dan sulit untuk meneliti motifnya bahkan bagi para ahli psikologi.

Pembunuhan berantai mempunyai motif bermacam-macam. Beberapa yang berhasil mengorek informasi dari sang pembunuh motifnya ada yang dimulai dengan perampokan seksual maupun serangan seksual. Pembunuhan terkadang dilakukan oleh seseorang yang sekilas terlihat lugu, akan tetapi setiap dari mereka menyimpan kisah kejam masing-masing.

Ted Bundy

Theodore Robert Bundy lahir di Amerika pada tanggal 24 November 1946. Ia dikenal sebagai pelaku pembunuhan berantai di dunia yang sangat sadis berantai, pemerkosa serta seseorang yang mengidap nekrofilia. Ted Bundy mempunyai penyimpangan seksual yang menjadikan pengidapnya menikmati hubungan intim dengan orang mati atau mayat. Dari penampilannya Ted Bundy merupakan lelaki yang terlihat kharismatik dan begitu ramah. Dari sifat yang dimilikinya ia manfaatkan untuk menarik kepercayaan korbannya dan masyarakat.

Ted Bundy biasanya mendekati target korban di tempat umum dan menyamar dengan meniru figur yang memiliki kekuasaan. Selain itu ia juga berpura-pura cacat atau cedera.

Kemudian ia akan menjatuhkan korban hingga pingsan lalu membawanya ke tempat terpencil untuk memperkosa dan mencekik mereka. Terkadang Ted Bundy akan kembali ke TKP sekunder untuk merawat dan melakukan tindakan seksual dengan mayat yang sudah membusuk. Interaksi tersebut terjadi sampai terjadi pembusukan dan penghancuran oleh hewan liar.

Di tahun 1975, Ted ditangkap karena mempunyai barang-barang seperti masker wajah, linggis, borgol, dan tali di dalam mobilnya. Kemudian ia ditahan atas kasus penculikan Carol DaRonch, yakni salah satu dari wanita yang berhasil kabur dari kejahatan Ted.

Menurut pengakuannya, Ted telah melakukan pembunuhan terhadap 30 wanita. Akan tetapi pengakuan itu diragukan oleh para ahli. Menurut para ahli angka pembunuhan yang dilakukan Ted lebih dari 30 orang walaupun jumlah pastinya belum diketahui sampai saat ini.

Pada akhirnya tanggal 24 Januari 1989, Ted Bundy dieksekusi mati dengan kursi listrik di daerah Florida State Prison.

Daniel Camargo Barbosa

Ia adalah seorang pembunuh berantai yang berasal dari Kolombia. Camargo diidentifikasi mengidap pedofil, pemerkosa berantai serta seorang penguntit yang aktif di Ekuador dan Kolombia.

Pada tahun 1970 sampai tahun 1980, Camargo diyakini telah membunuh lebih dari 150 wanita muda di Kolombia dan Ekuador.

Camargo sudah beberapa kali ditangkap pihak kepolisian. Akan tetapi ia juga sering melarikan diri dari penjara. Hingga pada akhirnya ketika ia berusia 64 tahun pada tahun 1994 dia meninggal di penjara. Seorang narapidana baru bernama Noguera membunuhnya dan memotong salah satu telinga Camargo sebagai piala.

Dr Harold Shipman

Harold Shipman merupakan seorang dokter terkenal yang berasal dari Inggris. Dokter yang mempunyai nama lengkap Harold Frederick Shipman ini lahir pada tanggal 14 Januari 1946 di Inggris.

Shipman memiliki cara yang unik untuk mematikan korbannya. Cara yang berbeda dari yang biasa digunakan pelaku pembunuhan berantai di dunia. Ia secara sengaja menyuntikkan obat dengan dosis yang sangat tinggi ke dalam tubuh korban. Kemudian dia akan mengambil keuntungan melalui surat wasiat mereka.

Tahun 1998 salah satu pasien wanita berusia 81 tahun ditemukan tewas. Hal itu terjadi sesaat setelah Shipman mengunjunginya. Keluarga yang merasa janggal atas kematian anggota keluarganya mengadakan penyelidikan. Hingga pada akhirnya diketahui bahwa dokter itu menyabotase surat wasiatnya. Kemudian Shipman diserahkan kepada pihak berwenang untuk diselidiki.

Shipman terbukti bersalah dengan total jumlah korban kira-kira 250 orang. Ia kemudian divonis dengan hukuman penjara seumur hidup. Namun kemudian pelaku meninggal gantung diri di penjara.

Pembunuhan berantai di dunia merupakan tindakan yang cukup mengerikan. Dengan alasan apapun pembunuhan merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan. Terdapat hukuman bagi siapa saja yang melakukannya.

Leave a Reply